Kurangi Batu Bara, Intip Rencana Besar Pengembangan Biomassa di RI

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 29 April 2026 14:40 WIB
Kurangi Batu Bara, Intip Rencana Besar Pengembangan Biomassa di RI (Foto: PLN EPI)
Share :

Sementara, Senior Manager Komunikasi & Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H Setyawan menyampaikan bahwa pemanfaatan biomassa tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan menjadi energi memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” ujarnya.

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB Zulfiadi menekankan bahwa biomassa memiliki keunggulan sebagai energi terbarukan dengan siklus karbon yang lebih berkelanjutan dibandingkan energi fosil.

“Biomassa memungkinkan siklus karbon yang lebih cepat dan terkontrol, sehingga menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.

Lebih jauh, dia menilai pengembangan biomassa berbasis masyarakat juga membuka peluang transformasi ekonomi daerah. “Ke depan, daerah tidak hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga produsen energi berbasis biomassa yang mendukung kebutuhan nasional,” ujarnya.

PLN EPI menghadirkan beberapa pemateri dari BRIN Puspitek Serpong,  ITB dan Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) untuk memastikan peserta dibekali pengetahuan yang cukup terkait proses produksi Biomassa. Melalui pendekatan pelatihan yang komprehensif, Program ini mendorong terbentuknya unit usaha biomassa berbasis desa yang profesional dan terstandarisasi sebagai bagian dari ekosistem energi nasional. 

Rismayadi, perwakilan Kelompok Tani Jaga Lembur Tani Makmur, menyampaikan bahwa program ini membuka peluang pengembangan usaha biomassa berbasis masyarakat.

“Saya optimistis melalui pelatihan ini, limbah pertanian dan perkebunan dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi sumber energi yang bernilai, sekaligus meningkatkan perekonomian kelompok tani di Desa Bojongkapol, Tasikmalaya,” ujarnya.

Dengan inisiatif ini, PLN EPI tidak hanya memperkuat aspek lingkungan melalui pengurangan emisi, tetapi juga aspek sosial melalui pemberdayaan masyarakat, serta aspek tata kelola melalui pembangunan rantai pasok biomassa yang terstruktur dan berkelanjutan.

Program ini sekaligus mencerminkan perubahan paradigma dalam transisi energi nasional, di mana desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai mitra strategis dalam produksi energi bersih yang berkontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional.

Dengan menjadikan desa sebagai pusat produksi biomassa, PLN EPI menegaskan bahwa masa depan energi Indonesia dibangun dari kolaborasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya