JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meraih laba bersih USD67 juta atau setara Rp1,15 triliun (kurs Rp17.300 per USD) pada kuartal I-2026. Laba ini naik signifikan sekira 280 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu secara year on year (yoy) sebesar USD18 juta.
Kenaikan laba ini didukung oleh kinerja operasional yang lebih kuat dan kontribusi dari Amman Mineral Internasional. Sementara, pendapatan juga meningkat menjadi USD668 juta, naik 19% secara YoY, terutama karena volume minyak dan gas yang lebih tinggi dari tambahan partisipasi di Corridor serta produksi baru dari lapangan Forel dan Terubuk.
EBITDA juga meningkat menjadi USD351 juta, lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2025, didorong oleh peningkatan produksi dan harga realisasi minyak yang lebih baik.
"Peningkatan EBITDA dan laba bersih yang didukung oleh kenaikan produksi, serta kontribusi yang semakin membaik dari segmen ketenagalistrikan dan pertambangan kami. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak meningkat pada Maret, yang memberikan dampak positif bagi penjualan likuid dan gas ekspor kami," ujar CEO Medco Energi Internasional Roberto Lorato dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Merujuk ikhtisar keuangan kuartal I-2026, biaya produksi minyak dan gas MEDC tercatat sebesar USD9 per barrel of oil equivalent (boe) yang masih dalam panduan tahunan.
Harga minyak rata-rata terealisasi untuk kuartal I-2026 naik menjadi USD75 per barel, dibandingkan USD63 per barel pada kuartal IV-2025. Sementara harga minyak terealisasi untuk Maret 2026 tercatat sebesar USD94 per barel sebagai dampak dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sedangkan harga gas meningkat menjadi USD7,2 per million metric british thermal units dibandingkan USD6,7 per mmbtu pada kuartal IV-2025.
Sementara itu, produksi minyak dan gas MEDC meningkat menjadi 169 mboepd, naik 18% YoY, dari aset Natuna, Corridor, Senoro, dan Oman meskipun terjadi gangguan sementara pada pipa TGI yang telah diselesaikan pada April.
Dari segmen ketenagalistrikan, penjualan listrik meningkat sekitar 21% (yoy) menjadi 1.053 Gigawatt hour (GWh). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan keandalan Dalle Energy Batam (DEB), ekspansi Energi Listik Batam (ELB) serta aset lainnya. Di sisi lain, porsi penjualan energi terbarukan meningkat menjadi 28,5% dari total penjualan listrik.
Pada segmen pertambangan melalui Amman Mineral, tercatat produksi sebanyak 101 juta ton tembaga dan 136.000 ons emas. Amman Mineral juga melakukan pemurnian lanjutan sebesar 27.700 ton katoda tembaga dan 66.200 ons emas murni. Hasil ini memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap kinerja dengan laba bersih USD34 juta pada kuartal I-2026.
Direktur Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro mengatakan, kinerja pada kuartal I-2026 mencerminkan fokus berkelanjutan MEDC pada keunggulan operasional, pengelolaan keuangan yang disiplin, serta pertumbuhan jangka panjang.
"Kami tetap berkomitmen untuk memperkuat portofolio dan memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Hilmi.
(Dani Jumadil Akhir)