Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti menjelaskan bahwa meskipun konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan kontribusi 54,36 persen terhadap PDB, pertumbuhan tercepat justru datang dari sektor pengeluaran pemerintah.
Konsumsi pemerintah mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 21,81 persen pada kuartal I 2026. Kenaikan tajam ini dipicu oleh realisasi belanja pegawai serta pelaksanaan program sosial pemerintah.
"Komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi konsumsi pemerintah 21,81%. karena realisasi gaji ke 14 atau THR, belanja barang, dan jasa yang diserahkan ke masyarakat," kata Amalia.
Amalia merinci bahwa pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta belanja barang dan jasa yang disalurkan kepada publik, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
(Dani Jumadil Akhir)