Dari komposisi usia, penduduk Indonesia saat ini didominasi kelompok usia produktif dengan porsi sekitar 68,92 persen. Kelompok ini mayoritas terdiri dari generasi Milenial (kelahiran 1981–1996), Gen Z (1997–2012), hingga Post-Gen Z (2013 ke atas).
Namun di balik besarnya populasi usia produktif tersebut, rasio ketergantungan penduduk justru meningkat. Data SUPAS 2025 mencatat rasio ketergantungan berada di angka 45,05, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 45 penduduk usia nonproduktif.
Kondisi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) yang berada di level 44,33.
“Kita perlu berhati-hati karena angka rasio ketergantungan mulai meningkat. Indonesia masih mengalami bonus demografi, namun sudah memasuki fase aging population karena proporsi penduduk lansia telah berada di atas 10 persen, tepatnya 11,97 persen,” ujar Amalia.
Dari sisi fertilitas, angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) Indonesia tercatat semakin mendekati ambang replacement level di posisi 2,13, turun dari 2,18 pada LF SP2020.