“Karena sementara ini SBN itu keluar, terus kemudian saham meskipun dalam minggu-minggu terakhir hasil koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan sudah mulai inflow. Tapi year to date (secara tahun berjalan) masih outflow, sementara saham terjadi outflow,” ungkap Perry.
Perry menambahkan bahwa sinkronisasi kebijakan antara fiskal dan moneter menjadi kunci utama agar daya tarik pasar keuangan domestik tetap terjaga.
“Sehingga, inflownya SRBI bisa menutupi outflow-nya SBN dan saham. Itu koordinasi kami dengan Pak Menteri Keuangan. Sehingga, betul-betuk menjaga inflow-nya dari portofolio asing itu masih year to date-nya masih terjadi inflow dan itu memperkuat nilai tukar rupiah,” pungkas Perry.
(Taufik Fajar)