Bahlil mengatakan penggunaan CNG diproyeksikan bakal menekan angka impor LPG. Sebab Indonesia tergolong punya banyak cadangan jenis gas tersebut. Hanya saja teknologi untuk mengkonversi cadangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih terbatas.
"Ketika gejolak geopolitik seperti ini untuk mendapatkan kepastian impor LPG itu memang ada, tapi kan kita tergantung pada global. Maka kami merumuskan alternatif lain. Apalagi kami baru menemukan gas di Kalimantan Timur. Nah ini sebagian besar kami bisa dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri untuk meng-cover CNG," kata Bahlil di Istana Negara (5/5).
Sekadar informasi tambahan, konsumsi LPG nasional saat ini mencapai 8,6 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, hanya 1,6-1,7 juta ton yang diproduksi dalam negeri dan selebihnya dipenuhi dari impor.
Sementara, bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri dalam negeri, yakni dari gas cair C1 dan C2 yang kemudian dipadatkan (compress) hingga mencapai tekanan tertentu. Adapun gas cair C1-C2 adalah gas alam (natural gas) yang didominasi oleh komponen metana (C1) dan etana (C2) yang telah dicairkan untuk mempermudah penyimpanan dan transportasi.
(Dani Jumadil Akhir)