Kombinasi penguatan dolar dan minyak ini biasanya menekan rupiah, namun bagi pemegang emas justru dapat mendorong harga domestik naik lebih tinggi.
Geopolitik menjadi faktor krusial. Ibrahim menyoroti “perang saraf” di Laut Oman, di mana Iran disebut menggunakan tanker kosong untuk mengelabui militer AS.
Meski terjadi baku tembak antara kapal perusak AS dan Iran, Ibrahim menilai Presiden Donald Trump masih berupaya menahan diri demi kepentingan politik domestik.
“Kalau seandainya terjadi perang, ini hanya soal strategi dan kehati-hatian politik Amerika terhadap Iran. Ini bahasa yang menurut saya bersifat sindiran dan membuat ketegangan kembali mereda,” kata Ibrahim.
Namun, harapan de-eskalasi kini bergantung pada nota kesepahaman (MoU) 14 poin yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar. Jika kesepakatan ini gagal, inflasi global diperkirakan meningkat akibat gangguan jalur maritim di Selat Hormuz, yang akan memaksa bank sentral dunia mempertahankan suku bunga tinggi.