Hingga triwulan I 2026, realisasi kredit program sektor kelautan dan perikanan telah mencapai Rp2,23 triliun yang disalurkan kepada 131.230 debitur. Nilai tersebut tumbuh 19,59 persen secara tahunan, sementara jumlah debitur meningkat 59,79 persen, yang menunjukkan semakin luasnya jangkauan pembiayaan, khususnya pada segmen mikro dan ultra mikro.
Dari sisi komposisi usaha, struktur penyaluran pembiayaan masih didominasi sektor hulu, yaitu penangkapan ikan sebesar 34,88 persen, budidaya sebesar 32,67 persen, diikuti pergaraman sebesar 0,35 persen. Sementara di sektor hilir, seperti pengolahan hasil perikanan telah tersalurkan sebesar 2,91 persen dan perdagangan hasil perikanan sebesar 22,13 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang besar untuk mendorong pembiayaan pada sektor hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Dalam konteks tersebut, KNMP didorong sebagai simpul penguatan ekosistem usaha yang mengintegrasikan aktivitas hulu hingga hilir dalam satu kawasan. Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga diperkuat sebagai agregator, sehingga pembiayaan tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi dalam satu sistem usaha yang mencakup produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
Perbankan Himbara dan lembaga keuangan lainnya pada prinsipnya menyambut baik langkah ini dan menyatakan kesiapan untuk mendalami model bisnis serta menyiapkan skema pembiayaan sesuai dengan karakteristik usaha di masing-masing lokasi.
(Feby Novalius)