Raih Hasil Jasa Asuransi Rp461 Miliar, Simak 3 Sektor Penopang Kinerja TUGU di Kuartal I-2026

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 11 Mei 2026 15:57 WIB
Raih Hasil Jasa Asuransi Rp461 Miliar, Simak 3 Sektor Penopang Kinerja TUGU di Kuartal I-2026 (Foto: Dokumentasi)
Share :

JAKARTA - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) telah mengumumkan kinerja kuartal I-2026. Anak usaha bidang asuransi umum PT Pertamina (Persero) tersebut mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja asuransi di tengah tantangan industri maupun ekonomi.

Mengacu pada laporan keuangan konsolidasi TUGU, pendapatan jasa asuransi tercatat mencapai Rp2,57 triliun, meningkat dari Rp2,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 6,2% secara tahunan.

Sejalan dengan itu, hasil jasa asuransi juga menunjukkan peningkatan menjadi Rp461 miliar dari Rp451 miliar pada kuartal I-2025, atau tumbuh sekitar 2,2% secara tahunan. Di sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp265,6 miliar.

Dari sisi komposisi bisnis, terdapat tiga sektor utama yang menjadi penopang hasil jasa asuransi TUGU. Segmen kebakaran dan properti menjadi salah satu kontributor terbesar, disusul segmen lepas pantai (offshore) dan segmen pengangkutan atau marine cargo.

Analis Panin Sekuritas Cliff Nathaniel menilai bahwa kinerja kuartal I-2026 mencerminkan posisi TUGU sebagai salah satu pemain utama di industri asuransi umum, khususnya dalam menangani risiko dengan kompleksitas tinggi. Menurutnya, portofolio bisnis yang terdiversifikasi menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas kinerja.

“Hasil jasa asuransi yang tetap positif dan tumbuh meski moderat menunjukkan kualitas underwriting yang baik apalagi portofolio bisnisnya terkenal dengan risiko yang kompleks dan di tengah kondisi makro yang menantang,” ungkap Cliff, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Dia menyoroti bahwa kondisi tahun 2026 masih akan diwarnai tantangan eksternal, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah serta harga minyak yang tetap tinggi. Faktor-faktor ini berpotensi meningkatkan eksposur risiko, terutama bagi perusahaan asuransi yang memiliki portofolio di sektor energi dan marine.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya