Ia juga menilai perusahaan-perusahaan energi nasional belum agresif membangun keterkaitan dengan industri AI dan data center. Padahal, menurutnya kerjasama pasokan energi untuk pusat data bisa menjadi katalis pertumbuhan baru.
Selain itu Pandu juga berharap perusahaan Indonesia perlu memperkuat storytelling kepada investor global. Sebab pasar saat ini tidak hanya melihat fundamental perusahaan, tetapi juga narasi pertumbuhan jangka panjang yang relevan dengan tren dunia.
"Aku sudah ngomong sama beberapa owner perusahaan energi, kenapa kalian tidak punya offtaker data center. Then you can tell a story energi for AI. Hanya cerita kayak gitu, di Korea, di Amerika, saham bisa naik 5-6 kali lipat. Tapi aku sudah infoin, tapi gak di jalanin," pungkas Pandu.
(Taufik Fajar)