"Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama di 5,61 tetapi kenyataannya di akar rumput di bawah, permasalahan ekonomi cukup luar biasa. Rupiah mengalami pelemahan berdampak terhadap harga-harga yang mengalami kenaikan sehingga masyarakat mengalami satu kesulitan yang cukup luar biasa," tegasnya.
Berdasarkan riset akademisi, Ibrahim menyebut pertumbuhan ekonomi riil kemungkinan berada di kisaran 4,6 persen hingga 4,8 persen. Ia menyarankan agar Badan Pusat Statistik (BPS) mengadopsi mekanisme rilis data seperti di Amerika Serikat, yang melibatkan beberapa tahap revisi sebelum mencapai angka final untuk menjaga ketenangan masyarakat dan akurasi kebijakan.
(Taufik Fajar)