Meski ada optimisme, pelaku pasar cenderung bersikap waspada karena belum ada pernyataan resmi terkait hasil pembicaraan kedua pemimpin tersebut.
Selain faktor pertemuan AS-China, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan mata uang. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti rapuhnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran pasar global.
“Teheran juga menekankan kedaulatan atas Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Berdasarkan dinamika eksternal tersebut, rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada sesi perdagangan hari ini. Ibrahim memperkirakan posisi penutupan akan berada pada rentang harga yang cukup lebar.
Ibrahim memprediksi bahwa rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.520–Rp17.580 per dolar AS.
(Feby Novalius)