Sebagai langkah antisipasi, BI diperkirakan akan mengambil kebijakan agresif dalam pertemuan bulan depan.
“Cara satu-satunya ada kemungkinan besar Bank Sentral Indonesia dalam pertemuan bulan Juni ini akan menaikkan suku bunga, bisa 25 basis poin sampai 50 basis poin. Tujuannya untuk menstabilkan rupiah,” pungkasnya.
Meski demikian, Ibrahim menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid, didukung oleh kepemilikan domestik yang dominan (90 persen) pada instrumen obligasi negara.
(Feby Novalius)