Membaca Pidato Ekonomi Makro Presiden di DPR

Opini, Jurnalis
Kamis 21 Mei 2026 14:10 WIB
Pidato Presiden Prabowo Subianto di hadapan DPR bukan sekadar penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027. (foto: Okezone.com/Setpres)
Share :

Karena itu, keberhasilan menuju Indonesia Maju 2045 perlu diupayakan tidak pada aspek hilirisasi semata, melainkan pada kemampuan negara melakukan transformasi struktural secara mendalam.

Mitigasi Risiko State Capitalism

Salah satu pesan kuat dalam pidato Presiden adalah semakin besarnya peran negara dalam pengelolaan ekonomi strategis. Pemerintah ingin memperkuat kontrol terhadap ekspor komoditas, mewajibkan devisa hasil ekspor masuk sistem perbankan domestik, serta memperbesar peran Danantara Indonesia dalam pengelolaan aset nasional.

Pendekatan ini terbukti berhasil di Korea Selatan, Jepang, bahkan China yang pernah menggunakan model developmental state untuk mempercepat industrialisasi.

Pembelajaran dari keberhasilan model tersebut mensyaratkan birokrasi yang sangat kuat, meritokratis, dan relatif bersih dari rente politik. Di sinilah Indonesia menghadapi tantangan serius.

Kita perlu meminimalkan risiko agar ekspansi peran negara tidak melahirkan oligarki ekonomi baru atau memperbesar rente yang pada akhirnya menurunkan kepercayaan investor.

Kita terutama perlu mewaspadai reaksi dan pergerakan pasar pascapidato Presiden. Bagaimana nilai tukar rupiah, cadangan devisa, dan lembaga pemeringkat internasional menyusun outlook Indonesia ke depan.

Dalam hal ini, pemerintah harus mampu menyeimbangkan nasionalisme ekonomi dengan kredibilitas kebijakan. Negara yang terlalu lemah tidak mampu membangun industri. Tetapi negara yang perannya terlalu kuat juga perlu memiliki tata kelola yang baik agar tidak menghambat inovasi dan investasi.

Kita Masih Punya Peluang

Indonesia tetap memiliki peluang besar menjadi negara maju pada 2045. Sebagaimana dinyatakan Presiden, secara demografis Indonesia masih menikmati bonus usia produktif. Pasar domestik sangat besar. Kekayaan sumber daya alam luar biasa. Posisi geopolitik Indonesia juga semakin strategis di tengah rivalitas global antara Amerika Serikat dan China.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya