Kita harus bekerja keras karena bonus demografi hanyalah jendela kesempatan yang terbatas. Jika gagal dimanfaatkan sebelum 2035–2040, Indonesia berisiko menjadi negara yang menua sebelum sempat kaya. Karena itu, lima sampai tujuh tahun ke depan akan menjadi periode penentu.
Apa yang Harus Dilakukan Selanjutnya?
Agar visi Indonesia Maju 2045 dapat tercapai, kita perlu mendukung Presiden untuk bergerak jauh melampaui pidato dan target angka pertumbuhan.
Pertama, kualitas SDM harus dijaga tanpa stunting. Reformasi pendidikan dan keterampilan harus menjadi agenda utama nasional. Distribusi MBG harus dipertajam untuk menjangkau kelompok sasaran utama ibu hamil dan menyusui yang berisiko stunting. Indonesia juga perlu menggeser fokus dari sekadar peningkatan angka partisipasi sekolah menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan matematika, sains, engineering, artificial intelligence, dan vokasi industri harus menjadi prioritas.
Kedua, reformasi birokrasi harus dilakukan secara serius dan berbasis merit. Digitalisasi pengadaan pemerintah, integrasi data fiskal nasional, evaluasi ASN berbasis kinerja, dan deregulasi perizinan harus berjalan agresif. Tanpa birokrasi yang efisien, industrialisasi hanya akan menghasilkan kebocoran anggaran dan rente baru.
Ketiga, hilirisasi harus naik kelas. Indonesia tidak cukup hanya membangun smelter. Indonesia harus masuk ke rantai nilai yang lebih tinggi seperti industri baterai, kendaraan listrik, petrokimia, material maju, hingga industri komponen teknologi.
Keempat, investasi riset dan pengembangan harus ditingkatkan drastis. Negara-negara maju rata-rata mengalokasikan lebih dari 2 persen PDB untuk riset. Indonesia masih harus mengejar agar menyamai angka tersebut. Tanpa inovasi dan teknologi domestik, Indonesia akan terus bergantung pada teknologi asing.
Kelima, pembangunan infrastruktur harus diarahkan pada penurunan biaya logistik nasional. Negara kepulauan seperti Indonesia membutuhkan konektivitas yang efisien agar produktivitas ekonomi meningkat secara merata.
Perlunya Konsistensi Politik
Pada akhirnya, tantangan terbesar Indonesia bukan semata ekonomi, melainkan politik. Menjadi negara maju membutuhkan konsistensi kebijakan setidaknya selama dua dekade. Korea Selatan, Taiwan, dan China berhasil karena mampu menjaga arah pembangunan lintas rezim.