SURAKARTA - OVO Finansial terus menggalakkan edukasi dan penguatan literasi keuangan terhadap generasi muda salah satunya kepada mahasiswa. Seperti melalui Moneyfetasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada Rabu (20/5/2026).
Acara bertajuk “Fintech for Future: Membangun Literasi dan Keamanan Pendanaan Digital Generasi Muda” itu juga menjadi bagian dari rangkaian roadshow kampus Fintech Academy yang telah dimulai di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) awal Mei lalu.
Langkah penguatan tersebut diambil mengingat penggunaan layanan keuangan digital saat ini sudah banyak digandrungi anak muda.
Berdasarkan data OJK per Maret 2026, 48,65 persen dana macet dalam layanan pinjaman daring didominasi pengguna dengan usia 19 hingga 34 tahun.
Maka dari itu, penggunaan layanan keuangan digital pada anak muda sangat perlu didampingi dan diperkuat dengan literasi keuangan agar tidak menjadi tren yang negatif.
Apalagi, potensi ancaman pinjaman online ilegal, fraud digital, social engineering, penyalahgunaan data pribadi, hingga rendahnya pemahaman dalam mengelola keuangan pribadi masih mengintai.
Penguatan literasi keuangan digital ini juga sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda agar tidak hanya cakap menggunakan layanan digital, tetapi juga mampu memahami risiko di baliknya.
Direktur Utama OVO Finansial Riady Nata, menjelaskan bahwa banyaknya penggunaan layanan keuangan digital oleh mahasiswa atau anak muda menunggu kemudahan akses layanan. Namun, hal itu perlu diimbangi dengan pemberian pemahaman terkait penggunaan yang bijak serta mencegah potensi berbagai resiko kejahatan keuangan digital.
“Pendanaan digital membuka peluang yang besar bagi generasi muda untuk mengakses layanan keuangan secara lebih mudah. Namun, kemudahan ini harus diikuti dengan pemahaman yang baik dan kritis mengenai keamanan digital. Pengguna harus tahu cara menjaga data pribadi, membedakan platform yang legal dan ilegal, serta mengenali modus kejahatan siber yang kian kompleks,” kata Riady.
Senada, Dila Maghrifani, Dosen FEB UNS juga menekankan terkait pentingnya literasi keuangan digital terhadap anak muda terutama mahasiswa guna mencegah adanya kebiasaan keuangan yang buruk bahkan cenderung mengarah kepada hal negatif seperti sifat boros.
“Literasi keuangan digital tidak hanya berbicara tentang kemampuan menggunakan aplikasi atau layanan digital, tetapi juga memahami risiko, menjaga data pribadi, dan mengambil keputusan secara rasional. Jangan sampai kemudahan transaksi digital ini malah membuat kita terjebak boros hanya demi mengejar gengsi atau tren sesaat,” tutur Dila.
Sementara itu, Debora Aprianita, Financial Planner, mengingatkan agar para pengguna layanan keuangan digital khususnya pada generasi muda harus bijak terkait manajemen risiko serta memperkirakan kekuatan finansial saat akan menggunakan layanan keuangan digital.
“Sebelum menggunakan layanan pendanaan digital, anak muda perlu bertanya pada diri sendiri: apakah ini kebutuhan, apakah mampu membayar kembali, dan apakah layanan yang digunakan legal serta terpercaya. Literasi finansial yang baik akan membantu mereka memanfaatkan layanan digital secara lebih bijak,” jelas Debora.
OVO Finansial mengimbau agar masyarakat tidak mudah panik jika menghadapi pesan atau aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan platform OVO Finansial. Pengguna diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui jalur komunikasi resmi OVO Finansial, yaitu melalui telepon di 021-403 20000 atau email ke customer@ovofinansial.com
Sebagai informasi, roadshow kampus Fintech Academy akan kembali digelar di kampus-kampus berikutnya salah satunya adalah Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada Agustus 2026.
Sebelumnya acara tersebut juga sukses digelar di Surakarta dan Purwokerto, rangkaian roadshow Fintech Academy yang berkolaborasi dengan Moneyfetasi.
(Taufik Fajar)