JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja ekspor produk kreatif Indonesia.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria mengatakan secara teori pelemahan Rupiah sebenarnya dapat membuat harga produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global. Namun, dampaknya belum dapat dirasakan dalam waktu singkat.
"Secara teoritis memang dengan pelemahan Rupiah harusnya harga barang kita harusnya lebih bersaing. Tapi ini kan pelemahan Rupiah baru seminggu ini lah ya, dampaknya kan belum terlihat. Mungkin kalau teman-teman melakukan kegiatan ekspor, mungkin dua bulan atau tiga bulan ke depan baru bisa kelihatan dampaknya," katanya.
Menurutnya, peluang peningkatan ekspor akan lebih besar bagi produk kreatif yang menggunakan bahan baku lokal. Sebab, produsen tidak terlalu terdampak kenaikan biaya impor akibat pelemahan kurs.
Ari menilai produk kreatif berbasis bahan baku lokal memiliki peluang berkembang lebih besar di tengah kondisi nilai tukar saat ini. Hal tersebut dinilai menjadi momentum bagi UMKM untuk memperluas pasar ekspor, khususnya pada produk kreatif dan kerajinan berbasis lokal.
"Kalau produk-produk yang berbahan baku import mungkin akan sulit juga untuk meningkatkan ekspor, karena kenaikan harganya akan tergerus dengan kenaikan harga nahan baku impor. Kalau ini kan 100% lokal, jadi mungkin harusnya bisa berkembang lagi ke depan," lanjutnya.