Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru Masih Kecil, Rp5.500 Triliun Mengalir ke Luar Negeri

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 22 Mei 2026 06:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya gaji sejumlah pekerja. (Foto: Okezone.com/Setpres)
Share :

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan salah satu penyebab rendahnya gaji sejumlah pekerja, termasuk guru, aparatur sipil negara (ASN), hingga aparat penegak hukum, adalah terbatasnya kemampuan fiskal negara.

Ia menyebut, dalam 22 tahun terakhir sekitar USD343 miliar atau setara Rp5.500 triliun kekayaan Indonesia diduga mengalir ke luar negeri, sehingga mempersempit ruang fiskal pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur dan pekerja.

Indonesia selama bertahun-tahun secara konsisten mencatat surplus perdagangan karena nilai ekspor nasional selalu lebih besar dibanding impor. Kondisi tersebut, menurutnya, seharusnya membuat Indonesia tidak mengalami tekanan ekonomi yang signifikan.

Namun demikian, Presiden menilai manfaat ekonomi dari surplus perdagangan tersebut belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri akibat aliran kekayaan nasional ke luar negeri melalui berbagai mekanisme perdagangan dan investasi.

“Namun apa yang terjadi? Yang terjadi adalah keuntungan kita selama 22 tahun sebesar USD436 miliar, sementara yang keluar adalah USD343 miliar. Ini angka-angka dari PBB. Berarti selama 22 tahun kekayaan kita yang tinggal di Indonesia adalah USD436 miliar dikurangi USD343 miliar,” kata Prabowo.

“Saudara-saudara sekalian, ini sebabnya gaji guru kecil, gaji aparat penegak hukum kecil, gaji ASN kecil. Ini yang selalu membuat anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat, dan sebagainya,” lanjutnya.

Baca Selengkapnya: Prabowo: Kekayaan Rp5.500 Triliun Mengalir ke Luar Negeri Jadi Penyebab Gaji Guru Kecil

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya