Defisit neraca perdagangan migas juga menurun di tengah aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga. Kemudian, defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran kupon/bunga.
Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik sejalan dengan penurunan impor jasa freight.
Menurut Ramdan, kinerja transaksi modal dan finansial tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
“Investasi langsung tetap mencatatkan surplus sebagai cerminan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik yang tetap terjaga,” ungkap Ramdan.
Investasi portofolio juga tetap mencatat surplus, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2025 sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global.
Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit yang dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo serta penempatan kas dan simpanan, serta aset lainnya di luar negeri.