Di pasar keuangan global, memburuknya kondisi tersebut mendorong pelarian modal keluar dari berbagai negara, termasuk emerging markets, ke aset safe haven khususnya obligasi AS. Perkembangan ini juga mendorong penguatan indeks dolar AS dan tekanan pelemahan terhadap mata uang negara maju (DXY) maupun negara berkembang (ADXY). Kondisi ini mengharuskan penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
5. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
NPI perlu terus diperkuat di tengah memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global. Surplus neraca perdagangan barang turun dari 7,6 miliar dolar AS pada triwulan IV 2025 menjadi 5,5 miliar dolar AS pada triwulan I 2026.
Sementara itu, aliran modal pada triwulan I 2026 tercatat net outflow sebesar 0,8 miliar dolar AS. Perkembangan ini perlu direspons dengan penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah dan BI sehingga kinerja neraca pembayaran dapat terus mendukung ketahanan eksternal perekonomian nasional dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Dari sisi BI, suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dinaikkan menjadi 6,21%, 6,31%, dan 6,45% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 13 Mei 2026. Berbagai respons kebijakan ini dapat mendorong kembali masuknya investasi portofolio asing pada triwulan II 2026 yang mencatat net inflow sebesar 5,5 miliar dolar AS (hingga 18 Mei 2026), terutama ditopang aliran masuk modal asing ke SRBI dan SBN.
6. Cadangan Devisa
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap terjaga sebesar 146,2 miliar dolar AS, setara pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Ke depan, BI memprakirakan defisit transaksi berjalan 2026 dalam kisaran 1,3% hingga 0,5% dari PDB. Karena itu, sinergi kebijakan pemerintah dan BI perlu diperkuat untuk meningkatkan surplus neraca modal dan finansial guna menjaga ketahanan eksternal perekonomian nasional dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
(Feby Novalius)