JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada periode perdagangan 18-22 Mei 2026. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level terendahnya ke 5.966 pada awal perdagangan Jumat 22 Mei 2026.
Meski sempat turun ke level terendah, IHSG balik arah lagi ke level 6.000 pada penutupan perdagangan Jumat. Dalam data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok 8,35 persen dalam perdagangan sepekan.
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta IHSG anjlok, Jakarta, Minggu (24/5/2026).
IHSG selama sepekan terkoreksi sebesar 8,35 persen dan ditutup pada level 6.162,045 dari posisi 6.723,320 pada pekan sebelumnya
Selain itu, kapitalisasi pasar BEI turun 10,07 persen menjadi Rp10.635 triliun dari Rp11.825 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini meningkat 15,68 persen menjadi Rp21,77 triliun dari Rp18,82 triliun pada pekan sebelumnya.
Kenaikan juga tercermin pada rata-rata volume transaksi harian BEI yang naik sebesar 2,53 persen menjadi 36,67 miliar lembar saham dari 35,76 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Namun, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 6,5 persen menjadi 2,37 juta kali transaksi dari 2,53 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Sementara itu, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp309,52 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp41,63 triliun.