“Karena jalurnya melewati banyak wilayah, pembangunan transmisi memang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai percepatan pembangunan transmisi menjadi penting agar sistem kelistrikan Sumatera memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap gangguan di masa mendatang.
“Blackout di Sumatera harus menjadi momentum bersama untuk mempercepat penguatan jaringan transmisi. Tanpa percepatan pembangunan transmisi, risiko gangguan sistem akan terus meningkat seiring pertumbuhan kebutuhan listrik dan aktivitas ekonomi di Sumatera,” tuturnya.
(Feby Novalius)