Dia menambahkan bahwa saat ini pasokan minyak dunia tengah mengalami keterbatasan. Hal ini membawa dampak terhadap Indonesia sebagai importir besar produk BBM, untuk menjaga permintaan di dalam negeri.
"Jadi dari Perpres itu, pengadaan crude itu bisa berasal dari produksi dalam negeri dari perusahaan-perusahaan K3S dalam negeri. Jadi karena ada keterbatasan suplai itu secara global," tambahnya.
Sebelumnya, Yuliot mengatakan Pemerintah berencana melakukan impor minyak dari Rusia sebanyak 150 juta barel atau kurang lebih setengahnya dari kebutuhan BBM nasional dalam setahun. Pengadaan minyak ini dalam rangka pemenuhan dalam negeri, namun juga untuk pemenuhan industri.
"Ini kan juga ada industri juga ya kemudian ada kegiatan tambang juga, jadi kita bisa distribusikan untuk bahan baku petrokimia, kan juga diperlukan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM (24/4).
(Dani Jumadil Akhir)