Rupiah Kian Terpuruk, Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.880 per Dolar AS

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 29 Mei 2026 15:53 WIB
Rupiah Kian Terpuruk, Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.880 per Dolar AS (Foto: Okezone)
Share :

Dari sentimen domestik, Kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menahan suku bunganya di level tinggi memicu larinya arus modal asing (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Investor cenderung memindahkan asetnya ke instrumen berisiko rendah di AS (seperti obligasi) yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Kemudian, prospek anggaran dan pengeluaran negara yang ketat, serta kekhawatiran defisit anggaran menjadi sorotan lembaga pemeringkat kredit global seperti S&P Global, Modyst dan Fith Rating, yang turut membebani kepercayaan pasar

Tingginya harga minyak global meningkatkan biaya impor energi Indonesia, yang kemudian memicu lonjakan permintaan valuta asing (dolar AS) untuk pembayaran impor, sehingga berdampak terhadap melemahnya surplus neraca perdagangan serta ekspor yang melambat membuat pasokan dolar AS di pasar domestik menjadi lebih terbatas.

Selain itu, tingginya permintaan dolar AS secara musiman untuk kebutuhan korporasi (seperti pembayaran dividen) dan kebutuhan impor rutin menekan pergerakan rupiah. Ditambah sentimen pasar terhadap kebijakan dan aset Indonesia.

Pelemahan rupiah beberapa waktu terakhir terjadi bersamaan dengan tekanan di pasar saham dan obligasi, termasuk akibat sentimen MSCI, kekhawatiran terhadap defisit fiskal, dan kenaikan imbal hasil SBN.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.880-Rp17.940 per dolar AS dan untuk sepekan berada di Rp17.800-Rp18.100 per dolar AS.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya