7 Fakta Rupiah Makin Terpuruk, Melemah Dekati Rp17.900 per Dolar AS

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 30 Mei 2026 06:06 WIB
7 Fakta Rupiah Makin Terpuruk, Melemah Dekati Rp17.900 per Dolar (Foto: Okezone)
Share :

6. Pembatasan Dolar

Dari sisi pengendalian permintaan, Bank Indonesia bergerak cepat memotong ruang gerak aktivitas spekulasi valas di tingkat hilir. 

"Dari sisi permintaan dolar AS, Bank Indonesia juga telah menetapkan threshold tunai beli valas terhadap Rupiah tanpa underlying menjadi USD25.000 per pelaku per bulan yang akan berlaku mulai Juni 2026,” katanya. 

BI resmi memperketat aturan main transaksi tunai harian dengan menetapkan ambang batas (threshold) baru yang jauh lebih ketat untuk pembelian dolar AS tanpa dokumen pendukung (underlying asset). Kebijakan restriktif ini dipatok efektif berjalan mulai bulan depan.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, antara lain melalui penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi," tegas Denny.

Denny memastikan bahwa jajaran dewan gubernur akan terus memantau dengan cermat setiap dinamika yang berkembang di pasar keuangan. BI siap meluncurkan bauran amunisi lanjutan secara terukur demi mengawal ketahanan eksternal makroekonomi nasional.

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendukung ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," pungkasnya.

7. Purbaya Sebut Stres Rupiah Melemah

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bakal memperkuat pasar obligasi sebagai upaya mitigasi pemerintah.

Purbaya juga sempat melontarkan kelakar saat menjawab pertanyaan awak media soal adakah stressing atau penekanan kebijakan baru yang akan diambil pemerintah. 

"Ya saya stress," kata Purbaya di kompleks DJP, Jakarta, Rabu (27/5/2026). 

"Enggak (tidak ada stressing berarti), kami sudah hitung. Pada waktu simulasi harga minyak dunia mencapai 100 juta per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kami perhitungkan. Jadi enggak ada masalah, saya enggak harus hitung ulang APBN-nya," imbuhnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya