Hipmi Soroti Perlambatan Ekonomi Global, Dampak Perang dan Pelemahan Rupiah

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 02 Juni 2026 08:36 WIB
Sejumlah mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berkumpul membahas tantangan dunia usaha. (Foto: Okezone.com/
Share :

"Kondisi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Karena itu Hipmi harus berperan, bukan hanya menunggu keadaan membaik. Yang dibutuhkan para pengusaha adalah program yang konkret, kepastian hukum, dan kepastian berusaha. Jika kepastian itu ada, pengusaha akan mampu menghitung dan mengambil keputusan bisnisnya sendiri," kata mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut.

Senada, Erwin Aksa menilai budaya egaliter yang selama ini melekat di Hipmi menjadi modal penting bagi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Ia mengenang pengalamannya memimpin Hipmi saat krisis keuangan global akibat subprime mortgage di Amerika Serikat pada 2008. Saat itu, dunia usaha menghadapi tekanan karena akses pembiayaan semakin terbatas dan dampak krisis turut dirasakan di Indonesia.

"Kami di Hipmi berupaya mencari solusi karena perbankan saat itu tidak mudah mengucurkan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil. Krisis global juga memberikan dampak terhadap dunia usaha di Indonesia," ujar Erwin.

Pertemuan tersebut digagas oleh Ade Jona Prasetyo sebagai ruang silaturahmi dan diskusi antara generasi muda dan para senior Hipmi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi yang akan digelar di Lampung pada 10 Juni 2026.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya