Hilirisasi Nikel RI di Mata Investor Global, Tak Lagi Soal Produksi

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 05 Juni 2026 08:11 WIB
Meninjau langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di area pertambangan Weda Bay Nickel, Maluku Utara. (Foto: Okezone.com/Kadin)
Share :

JAKARTA - Pelaku industri, investor, akademisi, hingga pembuat kebijakan meninjau langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di area pertambangan Weda Bay Nickel, Maluku Utara. Mereka meninjau mulai dari fasilitas pengolahan nikel, fasilitas pengelolaan lingkungan, pusat riset dan pengembangan, hingga rantai nilai bahan baku baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dalam satu kawasan industri.

Kawasan ini disiapkan menjadi referensi global bagi praktik responsible downstreaming di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap rantai pasok mineral kritis yang berkelanjutan.

Berdasarkan data terbaru U.S. Geological Survey (USGS), Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia pada 2026, yakni sebesar 62 juta ton atau setara sekitar 44,3 persen dari cadangan global. Sekitar 90 persen cadangan tersebut berada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara. Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keberlanjutan rantai pasok mineral kritis, Maluku Utara semakin menunjukkan perannya sebagai contoh bagaimana hilirisasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab tuntutan lingkungan, sosial, dan tata kelola yang semakin tinggi.

Ketua Komite Bilateral UK dan Irlandia Kadin Indonesia, Ahmad Fikri Susanto, menyampaikan bahwa investor dan pembeli global kini ingin melihat lebih dari sekadar volume produksi. Mereka ingin memahami bagaimana rantai pasok dikelola, bagaimana lingkungan dijaga, dan bagaimana masyarakat turut merasakan manfaat pembangunan.

"Upaya membangun kepercayaan kini menjadi sama pentingnya dengan membangun kapasitas produksi itu sendiri," ujarnya, Jumat (5/6/2026). 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya