Strategi BI Jaga Rupiah Bak Tim Sepak Bola di Liga Dunia

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 05 Juni 2026 13:26 WIB
Bank Indonesia (BI) mengibaratkan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah seperti pertandingan sepak bola. (Foto: Okezone.com)
Share :

Ketiga, membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga likuiditas perbankan sekaligus sebagai bentuk sinergi erat dengan kebijakan fiskal. Sepanjang 2026 hingga 19 Mei 2026, total pembelian SBN oleh BI telah mencapai Rp140,57 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp73,28 triliun yang dilakukan secara transparan dan terukur.

Keempat, mempertahankan pertumbuhan uang primer di atas 10% guna memastikan kecukupan likuiditas perbankan sesuai dengan arah ekspansi moneter.

Kelima, menurunkan threshold tunai pembelian valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi USD25.000 per pelaku per bulan mulai Juni 2026, serta memperluas transaksi yuan-rupiah dalam skema Local Currency Transaction (LCT).

Keenam, memperluas keikutsertaan perbankan dalam transaksi offshore NDF jual valas terhadap rupiah bagi Dealer Utama PUVA yang memenuhi kriteria BI.

Ketujuh, bekerja sama erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengawasi bank dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian dolar AS dalam volume tinggi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya