Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Proyeksi Pergerakan Rupiah, Harga Minyak hingga Emas Pekan Depan

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2026 |14:03 WIB
Ini Proyeksi Pergerakan Rupiah, Harga Minyak hingga Emas Pekan Depan
Ini Proyeksi Pergerakan Rupiah, Harga Minyak hingga Emas Pekan Depan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pasar keuangan dan komoditas global diproyeksikan akan bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan. Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pergerakan indeks dolar, minyak mentah dunia, hingga emas dan logam mulia akan sangat dipengaruhi oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, serta dinamika politik domestik di Amerika Serikat (AS).

Ibrahim mengatakan, posisi indeks dolar (USD) yang pada penutupan perdagangan terakhir berada di level 100,70, dalam satu minggu ke depan diperkirakan bergerak dalam rentang support di level 100,10 dan resistance di level 102,30.

Sementara itu, sektor komoditas energi diprediksi kembali mendidih. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) yang ditutup pada posisi USD82 per barel, diproyeksikan bergerak pada rentang USD70,20 sampai USD95 per barel sepekan ke depan. Untuk minyak mentah jenis Brent yang ditutup di level USD88,10, rentang pergerakannya diperkirakan berada di kisaran USD85 sampai USD100 per barel.

"Artinya kemungkinan besar harga minyak mentah baik WTI maupun Brent crude oil, kemungkinan besar akan kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan," kata Ibrahim dalam risetnya, Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Di sisi lain, untuk logam mulia, harga emas dunia ditutup pada level USD4.016 per troy ounce, sedangkan harga logam mulia Antam berada di level Rp2.614.000 per gram.

Menurut Ibrahim, jika harga emas dunia mengalami koreksi, support pertama berada di level USD3,970 per troy ounce, dengan perkiraan logam mulia di level Rp2.590.000 per gram. Jika koreksi berlanjut dalam sepekan, harga emas dunia dapat menyentuh support kedua di level USD3.856 per troy ounce, berarti logam mulia di level Rp2.430.000 per gram.

Apabila harga emas dunia kembali menguat, resistance pertama berada pada level USD4.063 per troy ounce dan logam mulia di level Rp2.634.000 per gram. Jika penguatan berlanjut ke resistance kedua, emas dunia diproyeksikan menembus USD4.149 per troy ounce, dengan logam mulia di level Rp2.720.000 per gram. 

"Kemudian kalau seandainya naik, resisten kedua di Rp2.720.000 untuk logam mulia dalam sepekan itu diperdagangkan di Rp2.430.000 per gram sampai di Rp2.720.000 per gram," ujar Ibrahim.

Dengan demikian, dalam sepekan ke depan logam mulia domestik diperkirakan diperdagangkan pada rentang Rp2.430.000 per gram sampai Rp2.720.000 per gram, sementara emas dunia akan ditransaksikan di kisaran USD3.856 per troy ounce hingga USD4.149 per troy ounce.

Ibrahim membagi faktor fundamental penggerak pasar ke dalam empat klaster utama. Pertama, konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah AS menyasar infrastruktur di Iran, yang dibalas secara masif oleh Iran ke pangkalan-pangkalan AS.

Blokade angkatan laut oleh AS terhadap pelabuhan Iran, serta aksi kelompok Houthi di Laut Merah dan potensi penutupan Selat Hormuz, memicu lonjakan biaya transportasi dan logistik global yang berujung pada ancaman inflasi.

Di Eropa Timur, serangan sporadis Rusia dan aksi Ukraina yang menyasar kilang minyak Rusia turut menipiskan suplai minyak global.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement