“Jika fluktuasi harga kebutuhan pokok dan kebijakan penyesuaian domestik tidak dimitigasi dengan komunikasi politik yang transparan, risiko terjadinya defisit kepuasan di masa mendatang akan semakin membesar,” ujarnya.
Meski demikian, dia menyebut, hasil survei ini bisa menjadi rujukan pemerintah masih memiliki ruang yang luas untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat melalui kebijakan tepat sasaran. Upaya menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli, dan mengendalikan dampak lanjutan dari kenaikan biaya hidup dinilai menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan publik.
Salah satunya dengan memaksimalkan pemanfaatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), program tersebut mendapat banyak respons positif masyarakat. Mayoritas masyarakat mengatakan MBG merupakan salah satu program prioritas dampak positifnya langsung terasa bagi masyarakat.
Apalagi saat ini program tersebut telah mengambil langkah nyata dalam perbaikan dengan mengganti tampuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengungkapan korupsi. Momentum ini diharapkan membawa perbaikan tata kelola yang diinginkan oleh masyarakat luas dan secara konkret menggandeng UMKM agar lebih memberikan dampak ekonomi.
"Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh 27,6 persen atau peringkat pertama sebagai program prioritas yang paling dirasakan manfaatnya. Kepuasan masyarakat ini bisa dikonversi oleh pemerintah untuk melakukan perbaikan dalam daya beli masyarakat dengan menggerakkan ekonomi daerah melalui MBG," pungkasnya.
(Taufik Fajar)