4 Fakta Transaksi di Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah hingga Biang Kerok 3.100 Kontainer Numpuk

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Senin 08 Juni 2026 07:01 WIB
4 Fakta Transaksi di Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah hingga Biang Kerok 3.100 Kontainer Numpuk (Foto: Okezone)
Share :

3. Penyebab Terjadi Penumpukan di Tanjung Priok

Menurutnya, masalah penumpukan terjadi lantaran adanya peningkatan jumlah barang masuk pelabuhan. Dia menyebut meski jumlah kontainer yang menumpuk saat ini telah berkurang dari sekitar 3.000 menjadi 2.500 kontainer, namun dirinya menilai kondisi tersebut masih jauh di atas tingkat normal.

"Ada beberapa masalah. Katanya, sebetulnya untuk saya gak masuk akal, peningkatan jumlah barang masuk, sehingga prosesnya lambat di sini. Kalau masalahnya itu saya minta untuk tambah personel lagi. Jadi mereka harus kerja 24 jam sampai nanti jumlahnya turun ke level yang semula," jelasnya.

Selain itu, Purbaya juga menyoroti banyaknya kontainer yang sebenarnya telah menyelesaikan proses administrasi dan kepabeanan, namun tidak segera diambil oleh importir. Akibatnya, kontainer tersebut menumpuk selama berbulan-bulan dan mengurangi kapasitas pelabuhan.

Menurut dia, sebagian importir diduga memilih menyimpan barang di area pelabuhan karena biaya yang dikeluarkan lebih murah dibandingkan menyewa gudang di luar kawasan pelabuhan.

"Ada satu lagi tadi masalah barang barang yang udah clear segala macem tuh. Enggak diambil sama importirnya ditumpuk di sini selama berbulan-bulan. Mungkin karena dendengnya lebih murah. Mereka biarkan aja di sini barangnya. Tentunya pelabuhannya penuh," ujar Purbaya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Purbaya menyebut akan mengevaluasi regulasi yang berlaku dan mempertimbangkan penerapan sanksi bagi importir yang terlalu lama membiarkan kontainernya berada di pelabuhan.

Meski demikian, ia menegaskan kebijakan tersebut harus diterapkan secara adil dan tidak memberatkan pelaku usaha secara berlebihan. Pemerintah akan menentukan batas waktu yang dianggap wajar sebelum sanksi diberlakukan.

"Saya minta tadi Pak Djaka (Dirjen Bea Cukai) dan teman-teman. Pak Sekjen. Untuk melihat regulasinya. Dan membuat regulasi macem punishment. Untuk orang yang selalu lama meninggalkan barangnya di sini. Tapi harus fair dalam kepentingan. Jangan tiba-tiba semua berbayar. Jangan tiba-tiba semuanya di dendanya berlipat-lipat. Tapi kita akan lihat berapa hari yang gak wajar," tegasnya.

4. Penguatan Personel di Pelabuhan

Sementara itu, Purbaya meminta penambahan personel dan penguatan jam kerja operasional hingga 24 jam untuk mengatasi penumpukan lebih dari 3.100 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Ada beberapa masalah. Katanya, sebetulnya untuk saya enggak masuk akal, peningkatan jumlah barang masuk, sehingga prosesnya lambat di sini. Kalau masalahnya itu, saya minta untuk tambah personel lagi. Jadi mereka harus kerja 24 jam sampai nanti jumlahnya turun ke level yang semula," tegasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya