JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penunjukan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas sebagai BLU (Badan Layanan Umum) impor BBM bertujuan untuk memutus mata rantai dan mempercepat proses pengadaan minyak dan gas.
Bahlil mengatakan, ketika presiden tengah melakukan kunjungan kerja ke sebuah negara dan sekaligus terdapat potensi untuk membeli minyak, maka bisa segera dilakukan lewat BLU Lemigas.
"Tujuannya agar memotong mata rantai daripada proses yang selama ini terjadi. Itu bisa G-to-G, kalau Presiden katakanlah melakukan kerja sama dengan negara lain, terkait dengan crude, itu bisa langsung G-to-G dan ditindaklanjuti lewat G-to-B lewat negara gitu ya," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (8/6/2026).
Bahlil menjelaskan, melalui Peraturan Presdien (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme tata niaga impor minyak mentah (crude oil) nasional, Lemigas bisa melakukan impor untuk crude, BBM, ataupun LPG.
"Karena arahan Bapak Presiden lewat perpres itu bahwa impor sektor energi yang meliputi crude, BBM, ataupun LPG apalah macamnya, itu diharapkan agar bisa juga dikelola oleh BLU dalam hal ini Lemigas," tambahnya.
Bahlil mencontohkan, Lemigas nantinya akan menjadi penyambung dari kontrak pembelian minyak Indonesia dengan Rusia, dari hasil lawatan Presiden beberapa waktu lalu.