JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pengembangan jaringan kereta api nasional hingga mencapai 10.524 kilometer sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menekan biaya logistik nasional.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pengembangan jaringan perkeretaapian tidak hanya berfungsi sebagai pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, memperluas aksesibilitas masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Minggu (14/6/2026).
Saat ini, panjang jaringan kereta api aktif nasional mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Pemerintah menargetkan perluasan jaringan tersebut hingga 10.524 kilometer, termasuk pengembangan jaringan perkeretaapian perkotaan yang akan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.
Menurut Dudy, pengembangan jaringan rel menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional yang selama ini masih relatif tinggi. Kehadiran kereta logistik diharapkan dapat memperkuat distribusi barang, mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok di berbagai wilayah.
Sejumlah proyek strategis yang tengah didorong pemerintah meliputi pembangunan jaringan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, hingga pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai daerah.