Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Bisa Turun Lagi

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Senin 15 Juni 2026 16:53 WIB
Bahlil Beri Sinyal Harga BBM Bisa Turun Lagi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, asumsi dasar di sektor energi untuk harga minyak mentah Indonesia (ICP) di level USD70-95 per barel. 

Hal ini tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 .

Bahlil mengatakan, saat ini pemerintah masih mencermati dinamika global, setidaknya sampai Agustus 2026, sebelum menetapkan patokan target ICP di tahun 2027.

"Tahun 2026 kita ketok palu di angka USD70, tapi di 2027 batas minimum di USD70 dan maksimal di angka USD95 per barel. Sambil kita lihat nanti perkembangan dinamika sampai Agustus, berapa angka yang kita petakan," ujar Bahlil dalam Raker Bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026). 

ICP menjadi faktor penentu perhitungan harga jual BBM nonsubsidi di pasar. Bahlil menyebut, apalagi harga minyak dunia mengalami penurunan, maka harga jual BBM juga berpotensi ikut turun. 

Pada 10 Juni, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.

Bahlil mengatakan, harga BBM nonsubsidi akan mengikuti kondisi harga minyak dunia. Mengingat pada Mei lalu ICP tembus USD106,56 per barel, atau jauh melampaui target 2026 yaitu USD70 per barel. 

"Yang khusus minyak BBM untuk kalangan mampu (non subsidi), sesuai dengan Permen ESDM, itu diserahkan harga pasar, jadi kadang naik kadang turun," kata Bahlil. 

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya