“Nah, oleh sebab itu bukan hanya dari jumlah pariwisatanya sendiri, tapi juga bagaimana kita meningkatkan apa, average spending-nya kita juga kalah. Average spending kita itu baru 1100 mungkin lebih per day,” paparnya.
Rosan pun membeberkan bahwa pengelolaan kawasan dapat melibatkan perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor pariwisata dan perhotelan yakni PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney dan The Meru.
“Kita kan punya Injourney, kita punya yang namanya Meru, ya kan? Ya nanti kalau ini semua oleh sudah selesai semua di Mensesneg, ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa Injourney, Meru, dan kan Meru juga sangat-sangat baik ya. Mungkin itu rencananya,” pungkasnya.
(Taufik Fajar)