RI Ekspor 28 Ton Lidi Sawit ke China, Limbah Perkebunan Jadi Cuan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 23 Juni 2026 09:41 WIB
RI Ekspor 28 Ton Lidi Sawit ke China, Limbah Perkebunan Jadi Cuan (Foto: Dokumentasi)
Share :

JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia melepas ekspor perdana lidi sawit sebanyak 28 ton ke China. Lidi sawit yang diekspor berasal dari perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. 

Produk tersebut dikumpulkan dan diusahakan oleh petani sawit, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta koperasi anggota Aspekpir melalui program pemberdayaan yang dijalankan bersama BPDP. Aspekpir menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk lidi sawit ke pasar internasional.

Ketua Umum Aspekpir Setiyono mengatakan, ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan Aspekpir bersama BPDP di sejumlah daerah di Riau dan Sumatera Utara.

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP melalui Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat menyampaikan bahwa BPDP telah melakukan berbagai kegiatan promosi mengenai potensi nilai tambah ekonomi dari produk samping dan limbah kelapa sawit, termasuk lidi sawit sejak 2024.

Menurutnya, berbagai workshop produksi lidi sawit telah dilaksanakan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasang Kayu, Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani sekaligus memastikan kualitas produk memenuhi standar pasar ekspor.

“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.

BPDP menilai pengembangan lidi sawit memiliki peluang besar karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku ekspor maupun berbagai produk kerajinan yang dikerjakan pelaku UMKM di daerah.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya