Komposisinya terdiri atas 1.237 nasabah dari sisi pasokan dan 10.938 nasabah dari sisi permintaan.
Adapun dalam peta penyalurannya, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi dominan mencapai Rp17,93 triliun, atau merepresentasikan 93,21 persen dari total penyerapan dana nasional.
Seturut itu, lima bank dengan akumulasi penyaluran KPP tertinggi secara berurutan meliputi Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp10,18 triliun, Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar Rp3,65 triliun, Bank Negara Indonesia (BNI) sebesar Rp2,03 triliun, Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp1,06 triliun, dan Bank Mandiri yang mencatatkan realisasi Rp1,02 triliun.
Selain keterlibatan Himbara, bank pembangunan daerah (BPD) beserta perbankan swasta nasional turut mengambil bagian dalam mempercepat penetrasi KPP.
Sampai dengan 20 Juni 2026, jajaran BPD tercatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp936,17 miliar kepada 1.994 debitur, dengan Bank Jateng sebagai penyalur terbesar. Sementara itu, bank swasta membukukan kucuran dana senilai Rp370,7 miliar kepada 120 debitur, dengan portofolio terbesar disalurkan melalui Bank Nobu.
(Feby Novalius)