Sedang Ajukan Pinjaman? Ini Cara Tentukan Nominal Pinjaman agar Tidak Berlebihan

Agustina Wulandari , Jurnalis
Rabu 24 Juni 2026 12:15 WIB
Ilustrasi menentukan nominal pinjaman. (Foto: dok Freepik/rawpixel)
Share :

Buat daftar kebutuhan secara rinci. Misalnya, dana digunakan untuk biaya pendidikan, renovasi rumah, kebutuhan kesehatan, modal usaha, atau kebutuhan mendesak lainnya. Setelah itu, tuliskan perkiraan biaya dari masing-masing kebutuhan.

Contohnya, jika dana dibutuhkan untuk renovasi kecil, hitung biaya material, jasa tukang, serta dana cadangan secukupnya. Jangan langsung menambahkan nominal terlalu besar hanya untuk berjaga-jaga tanpa perhitungan yang jelas. Semakin spesifik tujuan pinjaman, semakin mudah menentukan jumlah yang benar-benar diperlukan.

2. Hitung Berdasarkan Kemampuan Bayar, Bukan Limit yang Tersedia

Banyak platform pinjaman online menawarkan limit yang cukup tinggi, namun limit tersebut bukan patokan untuk menentukan berapa yang sebaiknya diajukan. Aturan yang umum dipakai dalam perencanaan keuangan adalah menjaga total cicilan utang tidak lebih dari 30 persen dari pendapatan bulanan bersih.

Sebagai contoh, Adapundi sebagai platform pinjaman daring yang berizin dan diawasi OJK menyediakan limit pinjaman hingga Rp100 juta. Fasilitas ini dapat memberi fleksibilitas bagi pengguna yang membutuhkan dana lebih besar. Namun, penggunaan limit tetap perlu dilakukan secara bijak, yaitu dengan memilih nominal yang sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar.

Misalnya, jika pendapatan bulanan sebesar Rp6 juta, total cicilan dari seluruh pinjaman yang dimiliki sebaiknya tidak melebihi Rp1,8 juta per bulan. Dengan acuan ini, nominal pinjaman bisa dihitung mundur: berapa cicilan yang masih sanggup dibayar, lalu disesuaikan dengan tenor yang tersedia.

3. Pertimbangkan Total Biaya, Bukan Hanya Dana yang Diterima

Nominal pinjaman yang terlihat kecil di awal bisa membengkak signifikan setelah ditambah bunga, biaya administrasi, dan denda keterlambatan jika ada. Sebelum mengajukan, periksa simulasi cicilan secara lengkap, mulai dari bunga per hari atau per tahun, tenor pinjaman, hingga total yang harus dibayar sampai lunas.

Aplikasi pinjaman yang baik biasanya menyediakan simulasi ini secara transparan di dalam platform, sehingga pengguna bisa membandingkan beberapa skenario nominal dan tenor sebelum memutuskan.

4. Sesuaikan Tenor dengan Arus Kas, Bukan Sekadar Ingin Cepat Lunas

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya