Karena itu, Presiden KSPI ini berharap negara perlu hadir untuk ikut memfasilitasi antara pihak perusahaan dengan para pekerjanya. Terlebih, relokasi ini sudah menjadi bagian dari rencana perusahaan Pusat yang berada di Jepang.
Said menjelaskan potensi jumlah PHK yang kemungkinan terjadi di dua pabrik komponen otomotif tersebut. Untuk, karyawan di PT berinsial J, dari informasi yang didapat ada sekitar 4 ribu dari 7 ribu karyawan yang akan di PHK.
"Kalau yang PT S-nya jumlah karyawannya 4.000, bahkan lebih parah lagi 3.000 omong-omongnya (yang berpotensi di PHK)," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)