BEI Raup Laba Bersih Rp1,07 Triliun di 2025

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 29 Juni 2026 14:06 WIB
BEI (Foto: Okezone)
Share :

Neraca perseroan juga menunjukkan penguatan. Total aset meningkat 32,2 persen menjadi Rp14,78 triliun, sementara ekuitas bertambah 14 persen menjadi Rp9,45 triliun. Liabilitas tercatat naik menjadi Rp5,33 triliun, sedangkan kas dan setara kas berada di level Rp1,25 triliun. Di saat yang sama, belanja modal (capital expenditure) meningkat 32,57 persen menjadi Rp370,61 miliar sepanjang tahun 2025.

Sepanjang tahun 2025, nilai transaksi harian rata-rata saham mencapai Rp18,1 triliun, sementara transaksi produk non saham membukukan nilai Rp7,6 triliun. Pasar obligasi melalui mekanisme SPPA mencatatkan total volume transaksi sebesar Rp1.375 triliun, sedangkan nilai perdagangan di Bursa Karbon mencapai Rp36,37 miliar. 

"Capaian ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang semakin berkembang di berbagai instrumen investasi," kata Jeffrey. 

Dalam kesempatan yang sama, Jeffrey juga memaparkan perjalanan pasar modal Indonesia sepanjang 2025 yang diwarnai gejolak global, mulai dari perang dagang, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut sempat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), bahkan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Maret dan April 2025.

Namun, berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan regulator dan pemerintah berhasil memulihkan kepercayaan investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat kebijakan stabilisasi pasar, sementara pemerintah menggelontorkan stimulus likuiditas sekitar Rp200 triliun yang turut menopang sentimen positif.

Hasilnya, IHSG berhasil bangkit dan mencetak 24 kali rekor tertinggi (all-time high) sepanjang 2025. Indeks juga menembus level 8.000 pada September 2025 dan mencapai rekor tertinggi di level 8.711 dengan kapitalisasi pasar menyentuh Rp16.004 triliun sebelum menutup tahun di level 8.045.

Selain penguatan indeks, BEI juga mencatat perkembangan berbagai instrumen investasi. Penghimpunan dana melalui rights issue dan pencatatan saham baru mencapai Rp18,1 triliun. Sementara itu, nilai transaksi produk non-saham mencapai Rp7,6 triliun, volume transaksi Surat Partisipasi Penyertaan Aset (SPPA) mencapai Rp1.375 triliun, dan nilai perdagangan Bursa Karbon sebesar Rp36,37 miliar.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya