Setelah 72 Bulan Surplus, Neraca Dagang RI Akhirnya Defisit USD1,61 Miliar

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 01 Juli 2026 12:47 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia akhirnya mengalami defisit pada Mei 2026 sebesar USD1,61 miliar. (Foto: Okezone,com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia akhirnya mengalami defisit pada Mei 2026 sebesar USD1,61 miliar. Capaian ini sekaligus mengakhiri tren surplus yang sebelumnya berlangsung selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa kinerja neraca perdagangan barang pada periode tersebut berada di zona negatif.

“Pada Mei 2026, neraca perdagangan barang tercatat mengalami defisit sebesar USD1,61 miliar,” ujar Ateng dalam konferensi pers rilis BPS di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Meski demikian, sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, neraca perdagangan masih mencatat surplus sebesar USD4,03 miliar. Capaian surplus kumulatif tersebut sepenuhnya ditopang oleh kinerja ekspor komoditas nonmigas yang mencatat surplus USD16,31 miliar.

Di sisi lain, sektor perdagangan migas masih menjadi beban karena mengalami defisit sebesar USD12,28 miliar.

“Hingga Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD4,03 miliar. Surplus sepanjang periode Januari–Mei 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar USD16,31 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD12,28 miliar,” jelas Ateng.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya