JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menargetkan Indonesia mencapai swasembada garam pada 2026. Target tersebut diharapkan dapat mengakhiri ketergantungan impor garam yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Kita ingin mencapai swasembada garam yang sudah 80 tahun ini kita selalu impor,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya revitalisasi tambak garam rakyat, pengembangan kawasan produksi di Indonesia Timur, khususnya di Rote, serta pemanfaatan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) melalui kerja sama dengan PT Garam.
“Kita manfaatkan PLTU-PLTU, kita tugaskan ke PT Garam untuk kerja sama dengan PLTU karena di situ waste-nya bisa menghasilkan garam dengan kualitas yang cukup baik,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan pemerintah, produksi garam dari tambak rakyat diperkirakan mencapai sekitar 2,5 juta ton. Produksi tersebut akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan garam industri pangan serta industri chlor alkali plant (CAP).
Sementara itu, kawasan produksi garam di Rote disiapkan untuk menghasilkan sekitar 550 ribu ton garam khusus farmasi. Dengan kapasitas tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan garam farmasi nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
“Dengan demikian, kebutuhan garam farmasi di dalam negeri sudah bisa terpenuhi. Kita harus tetap optimistis,” tegasnya.
(Feby Novalius)