JAKARTA - Pemerintah kini membidik swasembada ikan pada 2026, setelah berhasil mencapai swasembada beras dan jagung. Target tersebut mencakup perikanan tangkap dan budidaya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen ikan terbesar di dunia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas mengatakan, target swasembada ikan merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang juga dibarengi dengan program peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurut Zulhas, salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan saat ini adalah rendahnya daya tawar ketika menjual hasil tangkapan. Ikan yang mudah rusak membuat nelayan terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga murah.
"Ini yang dibereskan oleh Pak Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), perintah Bapak Presiden, dibangunlah Kampung Nelayan Merah Putih. Di mana nelayan berkumpul, dibangun Kampung Nelayan di situ, dibangun balai lelang, dibangun cold storage, dibangun pabrik es. Jadi bisa disimpan kalau harganya murah," ungkap Zulhas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KKP Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Ia menjelaskan, Kampung Nelayan juga akan diberdayakan untuk menyerap hasil tangkapan dan memasoknya ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Zulhas mengatakan tata kelola program tersebut telah disiapkan, meski implementasinya membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak.
"Kalau masih murah (harga ikan), koperasi nelayan yang beli untuk disuplai ke SPPG, dan itu tata kelolanya sudah kita buat sedemikian rupa. Dalam pelaksanaannya memang perlu waktu, tidak bisa sekali jalan, tidak mudah, perlu dukungan semua pihak, teman-teman media juga perlu kerja sama," ucapnya.
Zulhas menegaskan pemerintah tidak hanya menargetkan swasembada ikan pada tahun ini, tetapi juga ingin menjadikan Indonesia sebagai penghasil ikan terbesar di dunia.
"Jadi intinya tahun ini fokus kepada kita tidak hanya swasembada, kita ingin menjadi penghasil ikan terbesar di dunia. Apa bisa? Ya bisa kalau kita sungguh-sungguh," ujarnya.
Zulhas juga menyampaikan pemerintah menargetkan swasembada garam pada akhir 2027. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, ia optimistis target swasembada di sektor perikanan dapat tercapai dan mendorong Indonesia menjadi eksportir besar produk perikanan di pasar global.
"Insyaallah tidak hanya swasembada bahkan kita akan menjadi eksportir besar di dunia. Saya kira demikian, terima kasih, selamat siang," tutupnya.
(Feby Novalius)