Di AS, data penggajian nonpertanian yang lebih lemah dari perkiraan pada Juni menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa besar ruang gerak The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Namun demikian, pelemahan dolar dibatasi oleh ketidakpastian yang berkelanjutan terkait kebijakan The Fed yang agresif, terutama setelah rapat bank sentral pada Juni menunjukkan para pembuat kebijakan semakin mendukung suku bunga yang lebih tinggi di tengah inflasi yang masih tinggi.
Fokus pasar pekan ini tertuju pada risalah rapat Federal Reserve bulan Juni yang akan dirilis. Meski demikian, masih belum jelas seberapa besar wawasan yang akan diberikan, mengingat Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menyerukan perombakan komunikasi bank sentral kepada publik.
Dari sentimen domestik, pasar merespons negatif laporan terbaru Fitch Ratings yang memberikan pandangan mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia. Hal itu tercermin dari pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga arus modal keluar yang masif.
Namun demikian, perhatian utama Fitch adalah melemahnya kepercayaan investor akibat memburuknya tata kelola ekonomi.