Pada kesempatan yang sama, Managing Director, Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde menambahkan, pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia untuk memproduksi bahan bakar pesawat dengan kandungan hingga 50 persen.
Boing mengembangkan program BUILD (Boeing University Innovation Leadership Development) yang dikerjasamakan dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT Pertamina untuk mencari formula pengumpulan limbah minyak untuk digunakan sebagai bahan baku SAF.
Indra mengatakan, Boeing tengah melakukan penelitian untuk mencari sumber bahan baku lokal untuk pembuatan SAF, terdiri dari minyak jelantah, POME (limbah cair kelapa sawit), limbah padi, dan limbah kelapa.
"Kami percaya bahwa semua upaya ini akan membantu memperkuat kapabilitas teknis Indonesia, kesiapan pasar, dan kepemimpinan jangka panjang dalam penerbangan berkelanjutan—tidak hanya di sini secara regional, tetapi saya ingin kita memiliki ambisi untuk memimpin pasar secara global," tambahnya.
(Taufik Fajar)