Menteri Maman Libatkan Dunia Usaha Kejar Target 10 Juta Wirausaha Baru

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 10 Juli 2026 10:32 WIB
Menteri UMKM Maman (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTAPemerintah menargetkan 10 juta wirausaha baru hingga 2029 sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan, sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Melalui target tersebut, rasio kewirausahaan Indonesia diharapkan meningkat dari 3,35 persen menjadi 3,6 persen pada 2029.

Menurut Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, melalui program pembinaan yang berorientasi pada pengembangan bisnis.

"Kami wajib hadir bersama-sama mendukung dan menyukseskan semakin banyak program seperti ini agar ditiru oleh grup-grup usaha lainnya untuk menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru di tanah air," kata Maman, Jumat (10/7/2026). 

Menurutnya, semakin banyak perusahaan yang berperan membina calon wirausaha, semakin besar peluang lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja. Ia menilai pembinaan harus diarahkan pada pengembangan kapasitas usaha agar peserta dapat menjadi pengusaha yang mandiri dan berkelanjutan.

Kebutuhan untuk melahirkan lebih banyak wirausaha dinilai semakin penting seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja setiap tahun. Berdasarkan data, sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja memasuki pasar kerja setiap tahun. Sementara itu, UMKM yang berjumlah sekitar 65,5 juta unit telah menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan berkontribusi sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Meski ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026, rasio wirausaha Indonesia hingga Februari 2026 masih sekitar 3,43 persen. Angka tersebut masih berada di bawah beberapa negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

 

Dalam acara tersebut, Diplomat Success Challenge (DSC) terus berupaya memperluas dukungan bagi pengembangan wirausaha melalui jejaring, kolaborasi, dan pendampingan.

President Director PT Wismilak Inti Makmur Ronald Walla mengatakan pengembangan konsep tersebut dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Indonesia agar semakin banyak pelaku usaha baru yang mampu berkembang dan menciptakan lapangan kerja.

"Indonesia membutuhkan lebih banyak founder yang mampu menciptakan solusi dan lapangan kerja. Karena itu, setelah 17 tahun, DSC berevolusi menjadi Founders' Arena, sebuah ekosistem yang lebih terbuka, inklusif, dan tetap berlandaskan prinsip 3P: Paham, Piawai, dan Persona," ujar Ronald.

Program Initiator Diplomat Success Challenge Edric Chandra menambahkan perubahan konsep tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi calon wirausaha untuk membangun jejaring, memperoleh pendampingan, dan mengembangkan usahanya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya