Rupiah Kembali Rp18.000 per Dolar AS, Airlangga Sebut Ekonomi RI Masih Solid

Anggie Ariesta, Jurnalis
Jum'at 10 Juli 2026 18:32 WIB
Rupiah Kembali Rp18.000 per Dolar AS, Airlangga Sebut Ekonomi RI Masih Solid (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara mengenai nilai tukar Rupiah yang kembali mencapai Rp18.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan hari ini, Rupiah menguat 63 poin atau sekitar 0,35 persen ke level Rp18.065 per dolar AS.

Menurut Airlangga, sejumlah indikator yang mempengaruhi Rupiah masih terjaga seperti pertumbuhan ekonomi dan neraca perdagangan yang menunjukkan kinerja terbilang baik selama sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

"Kalau kita lihat, pertumbuhan ekonomi kemarin masih baik di 5,61 persen. Kemudian, neraca perdagangan year to date juga masih positif," kata Airlangga usai agenda KADIN Diplomatic Economic Breakfast, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Airlangga menambahkan, terkait defisit neraca dagang bulan Juni memang dipengaruhi oleh melonjaknya impor BBM di pasar global, bukan dari daya saing ekspor.

"Kemarin satu bulan memang negatif karena memang dari segi impor BBM itu memang harganya spike, harganya naik," tegas Airlangga.

Terkait ekspor kelapa sawit, batu bara dan juga ferro alloy, Airlangga menegaskan tidak ada perubahan drastis. Angka ekspor dari tiga komoditas yang akan diurus oleh PT DSI ini, relatif sama dengan bulan Mei.

Airlangga pun menegaskan pemerintah akan berupaya menjaga inflasi tetap terjaga di kisaran 2,5 plus minus 1 persen.

"Dan ini terus kita jaga dan juga pemerintah mendorong beberapa insentif termasuk insentif untuk industri chemicals dimana impor bahan baku plastik akan dinolkan dan ini PMK-nya sedang dibuat," katanya.

 

Kemudian, Airlangga mengatakan pemerintah juga sudah mengatasi masalah industri petrochemical. Pemerintah menetapkan Bea Masuk (BM) 0 persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia untuk enam bulan ke depan.

Kemudian, program-program pemerintah seperti KUR dan subsidi KPR, yang capaiannya dinilai relatif baik dan aman.

"Dari segi perbankan relatif aman memang dana pihak ketiga juga di perbankan double digit dan kita melihat kredit juga udah mulai berjalan sudah meningkat dibandingkan kuartal yang lalu," ujarnya.

Selain itu, Airlangga menegaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di dalam kisaran 5 persen.

"Jadi relatif semua menilai perekonomian kita relatif aman dan solid," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya