BPS Adopsi Strategi soal Manajemen Sensus Ekonomi Massal dari China

Anggie Ariesta, Jurnalis
Senin 13 Juli 2026 19:42 WIB
Kepala BPS (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) secara terbuka melakukan studi banding dan bertukar pikiran dengan delegasi National Bureau of Statistics (NBS) China guna memutakhirkan strategi operasional di Indonesia.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, hal tersebut untuk terus memperkuat metodologi pengumpulan data dunia usaha domestik dalam gelaran Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

"Bukan hanya negara berkembang saja yang melakukan Sensus. Tetapi, China di tahun 2024 melakukan Sensus Ekonomi. Bahkan kami belajar dari China, baru tahun lalu tim dari BPS China hadir ke Indonesia," kata Amalia dalam Deklarasi Sensus Ekonomi 2026 Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menurut data BPS, China mengerahkan lebih dari 2,1 juta petugas sensus yang bekerja intensif dari bulan Januari hingga April 2024 untuk mendatangi unit usaha di seluruh wilayah. 

Terobosan terbaru pada sensus berkala lima tahunan di China kali ini adalah diintegrasikannya secara langsung survei input-output ke dalam sensus ekonomi nasional.

"Mereka sharing dengan kita bagaimana mereka melakukan Sensus Ekonomi di China. Mereka mengirimkan tim ke kami dari National Statistic Office-nya China. Bahkan karena China negaranya sangat besar, penduduknya sangat banyak, mereka menerjunkan 2,1 juta petugas Sensus di negara China pada tahun 2024. Kami baru-baru menerjunkan 251.000 penduduk Sensus di Indonesia," jelas Amalia.

Selain China, BPS juga memperlihatkan bahwa komitmen serupa secara konsisten dijalankan oleh negara-negara maju setiap lima tahun sekali.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya