"Kan sekarang masih di Danantara, nanti akan diserahkan ke saya karena perintah Pak Presiden kita yang bereskan. Tapi tidak harus APBN terpakai, saya punya skema tertentu, ada tools-tools, vehicle-vehicle kita di luar yang sekarang ada bisa menangani KCIC," jelas Purbaya.
Sejauh ini, Purbaya menyampaikan bahwa pengalihan aset KCIC masih tertahan pada tahap penyelesaian berkas administrasi. Ia kembali meyakinkan publik bahwa rencana pemulihan keuangan proyek strategis nasional tersebut telah diputuskan secara matang.
"Ini lagi proses administrasinya. Itu sudah diputuskan, sebenarnya sudah putus, tinggal proses administrasinya sedang berjalan. Begitu Danantara-nya kita clear, selesai. Nanti baru kita lapor lagi ke Presiden," pungkas Purbaya.
Sebelumnya, opsi pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) selaku konsorsium pengelola Whoosh oleh Kementerian Keuangan memang telah mencuat secara intensif sejak April lalu.
(Feby Novalius)