Pada kesempatan itu, Bahlil juga mengungkit dampak lain terhadap perekonomian daerah dari hadirnya investasi yang baru terealisasi 28 tahun ini. Misalnya, Pemerintah Daerah akan mendapatkan Hak Kelola Participating Interest (PI) sebesar 10 persen bagi BUMD Maluku.
Selain itu, program transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal, percepatan pembangunan infrastruktur dasar dan pendukung seperti jalan, Listrik, dan fasilitas umum di Kepulauan Tanimbar, potensi Dana Bagi Hasil (DBH) yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan wacana penguatan status administrative Kawasan.
Proyek LNG Abadi Wilayah Kerja Masela adalah proyek pengembangan gas alam yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Sektor Energi di Indonesia dimana INPEX Corporation melalui anak perusahaannya INPEX Masela, Ltd. menjadi operatornya.
Proyek ini, dengan kapasitas produksi sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun, berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui penyediaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi CCS, proyek ini mencerminkan komitmen untuk menyediakan pasokan energi sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Selain itu, proyek ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian melalui investasi jangka panjang, percepatan pembangunan kawasan Indonesia Timur, serta penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat.
(Dani Jumadil Akhir)